Tradisi Unik Suku Batak Berikut Ini Sudah Hilang Ditelan Zaman - BatakNews.Online

BatakNews.Online

Batak News Online adalah wadah informasi untuk masyarakat. sebagai situs hiburan yang menyajikan lagu batak terbaru, video lucu, dan video video lain yang bertujuan untuk menghibur dan memberi informasi

Post Top Ad

Tradisi Unik Suku Batak Berikut Ini Sudah Hilang Ditelan Zaman

Share This

Tradisi unik orang batak Berikut Ini Sudah Hilang Ditelan Zaman

Tradisi Unik Suku Batak Berikut Ini Sudah Hilang Ditelan Zaman

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak etnis, suku, dan kepercayaan. Jadi nggak salah kalau dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia memiliki beragam tradisi unik yang berbeda-beda tiap daerah. Tapi sayang-nya seiring perkembangan jaman, banyak tradisi unik dari  masyarakat Indonesia yang hampir punah atau hilang di telan jaman. Salah satu yang akan kita bahas adalah tradisi unik dari suku batak yang mulai hilang di telan jaman. Penasaran tradisi apa saja yang mulai hilang di telan jaman.? check ulasan berikut.

Maranggap

Maranggap merupakan tradisi klasik orang batak. Maranggap bentuk dari rasa kekeluargaan dan saling menghormati antar orang-orang di kampung zaman dulu, yang diwariskan nenek moyang dari generasi ke generasi.
Maranggap adalah salah satu tradisi yang hampir punah di telan zaman. Maranggap dilakukan apabila didalam sebuah kampung ada wanita yang melahirkan. Selama tujuh malam para warga sekampung akan tidur sambil kongko-kongko di rumah wanita yang sedang melahirkan.


Tradisi Unik Suku Batak Berikut Ini Sudah Hilang Ditelan Zaman

ilustrasinya, Nai Ucok baru saja melahirkan bayi laki-laki, dia mendapatkan gelar nai Ucok dengan resmi karena si Ucok adalah anak pertamanya. Itu bukan gelar permanen, melainkan hanya gelar sementara sebelum nama aslinya dilegitimasi secara agama dan budaya, Ucok hanya sebutan klasik bagi bayi laki-laki orang batak yang belum diberi nama.
Para warga akan menginap di rumah nai Ucok, bahkan para desa tetangga juga akan datang meramaikan rumah nai Ucok. Sangat bersebrangan dengan zaman sekarang. Dulu melahirkan dirasakan sebagai sesuatu yang istimewa, wanita yang melahirkan akan merasa diperhatikan, dilindungi dan dimanaja suami.
Kehadiran para warga sekampung bahkan kampung sebelah untuk maranggap membuat wanita yang melahirkan akan merasa mendapatkan dukungan dan perhatian secara psikologis.

Marsiadapari

"marsiadapari" mempunyai arti yang sama dengan gotong royong atau kerjasama. Bagi suku Batak, marsiadapari menjadi kebiasaan sejak lama dalam hal pengerjaan di sawah atau "ladang", serta untuk kegiatan pesta adat. 
Jadi, kegiatan ini dilakukan dalam rangka saling membantu antara satu dengan yang lain. Hal ini juga menjadi tradisi tersendiri bagi orang Batak ketika musim panen atau "marsuan (menanam)".


Tradisi Unik Suku Batak Berikut Ini Sudah Hilang Ditelan Zaman
marsuan ( image source: deskgram.org #daritoba)


Uniknya lagi, marsiadapari ini dilakukan dengan penuh tanggungjawab bahwa pekerjaan itu dianggap sebagai miliknya, sehingga hasilnya akan lebih baik. Sehingga kegiatan marsiadapari menjadi catatan penting untuk diwariskan bagi kaum muda saat ini.


tradisi unik suku batak
marpanen (image source: estonhasiant.wordpress.com)
 
Walau kegiatan seperti ini sangat disayangkan sudah mulai memudar. Memudarnya kegiatan marsiadapari bukan hanya bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan, marsiadapari juga sudah jarang kita saksikan di daerah "bonapasogit" (kampung halaman suku Batak). Ya, walaupun memang masih ada kita temukan kegiatan marsiadapari di daerah-daerah tertentu yang masih eksis mempertahankan tradisi ini. 



Post Bottom Ad

Pages